Apes euy, salah ngomong.
Tapi biarin aja lah...
Pokoknya kebenaran akan terungkap di kemudian hari sih.
#gayadetektif
Jumat, 29 November 2013
Email Balasan
Jadi kemaren...dapet email balasan dari beberapa bulan lalu yang aku iseng curhat di websitenya psikolog wkwk. Yah lumayan lah, konsul gratis hehe.
*coba tebak keluhannya apa, haha*
*coba tebak keluhannya apa, haha*
Hunger Games 2 : Catching Fire
Semalam nonton di BIP, dari jam 6 sore sampai jam setengah 9 malam. #nakal
Nonton Catching Fire.
Apa ya, yang bikin serunya ya karena arena pertarungannya kayak hutan Kalimantan.
Selebihnya penuh intrik politis dan selebritas.
Kayak kehidupan biasa aja, cuma lebih ditegasin per karakter dan banyak adegan kerusuhan gitu.
REVOLUSI.
Bullshit, apanya yang revolusi.
Pemimpin yang bijak ga bakal ambisius merebut kekuasaan.
Justru pemimpin terbaik lahir dari orang2
yang takut tak mampu mempertanggungjawabkan orang2 yang dipimpinnya
di Padang Mahsyar kelak.
Karena jika pemimpin merasa mampu
dirinya yang hebat,
bantuan manusia2 di sekitarnya yang hebat.
Yah, bisa keluar jalur kalo dia terlalu menyombongkan diri,
atau terombang-ambing mengikuti kemauan orang lain,
yang ga jelas.
Nonton Catching Fire.
Apa ya, yang bikin serunya ya karena arena pertarungannya kayak hutan Kalimantan.
Selebihnya penuh intrik politis dan selebritas.
Kayak kehidupan biasa aja, cuma lebih ditegasin per karakter dan banyak adegan kerusuhan gitu.
REVOLUSI.
Bullshit, apanya yang revolusi.
Pemimpin yang bijak ga bakal ambisius merebut kekuasaan.
Justru pemimpin terbaik lahir dari orang2
yang takut tak mampu mempertanggungjawabkan orang2 yang dipimpinnya
di Padang Mahsyar kelak.
Karena jika pemimpin merasa mampu
dirinya yang hebat,
bantuan manusia2 di sekitarnya yang hebat.
Yah, bisa keluar jalur kalo dia terlalu menyombongkan diri,
atau terombang-ambing mengikuti kemauan orang lain,
yang ga jelas.
Terakhir untuk Hari Ini
Perasaan itu logika
atau logika itu perasaan?
apakah keduanya terpisah?
Sementara di setiap input memori,
pasti nyambung ke amygdala.
Dan setiap merasakan,
ada sambungan ke hipocampus juga.
Apakah egois untuk memisahkan,
2 sistem yang selalu bekerja beriringan,
dalam membentuk persepsi dan kemampuan kita?
Seperti bagian kanan yang tidak bisa kerja sendiri tanpa bagian kiri,
juga saraf simpatik yang tak lengkap tanpa kolaborasi saraf parasimpatik,
bagai ekstrovert yang selalu berkicau, siapa yang mendengar kalo introvert tak tercipta?
Perasaan atau logika, mungkin ada kecenderungan,
tapi kita perlu keduanya,
sementara selama ini keduanya selalu terhubung untuk menyeimbangkan
diri manusia.
atau logika itu perasaan?
apakah keduanya terpisah?
Sementara di setiap input memori,
pasti nyambung ke amygdala.
Dan setiap merasakan,
ada sambungan ke hipocampus juga.
Apakah egois untuk memisahkan,
2 sistem yang selalu bekerja beriringan,
dalam membentuk persepsi dan kemampuan kita?
Seperti bagian kanan yang tidak bisa kerja sendiri tanpa bagian kiri,
juga saraf simpatik yang tak lengkap tanpa kolaborasi saraf parasimpatik,
bagai ekstrovert yang selalu berkicau, siapa yang mendengar kalo introvert tak tercipta?
Perasaan atau logika, mungkin ada kecenderungan,
tapi kita perlu keduanya,
sementara selama ini keduanya selalu terhubung untuk menyeimbangkan
diri manusia.
Dugaan
Selama otak masih gini2 aja,
pikirannya selalu menduga-duga.
dugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugaduga
sampai akhirnya sakit hati sendiri dan melupakan.
lupa. #eaa
pikirannya selalu menduga-duga.
dugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugadugaduga
sampai akhirnya sakit hati sendiri dan melupakan.
lupa. #eaa
Kamis, 28 November 2013
Kamis yang Unik
Lucu banget hari ini...
Pagi2 jam 5 udah bangun, terus masak krim sup (yang akhirnya keenceran huhu).
Terus jam 7 buru2 ke travel, kebetulan damri ke DU lewat, tanpa pikir panjang langsung naik aja hehe.
Perjalanannya seru, ga monton kayak biasanya tiap ke Bandung naik travel dan pemandangan tol juga semrawutnya Pasteur...bosen.
Tadi pagi rasanya panjang banget, sebis penuh, tol cuma sebentar karena turun di tol Moh. Toha. Terus sepanjang jalan Moh. Toa (yang jalannya emang panjang), banyak banget hal yg bisa diperhatiin... Termasuk, 2 kompi polisi yang lagi ngerubungin kantor PDIP haha, lucu ngeliat polisi2 yang ga jaim: ngerubungin gerobak bubur dan soto buat makan (kayak anak SD kelaperan hehe), pada becanda2 ceria gitu, sama ada yg sibuk sama hpnya terus nyisir2 rambut juga haha.
Terus ternyata ga lewat jalur biasanya karena masih pagi, jadi jalurnya belok ke Jl. Riau, masuk ke Pramuka, nembus ke Cilaki, trus lewat jalan depan Togamas, sampe ke Diponegoro dan ngelewatin Gasibu... Aku turun di perempatan BCA Dago, terus jalan ke Imam Bonjol hehe.
Lucu banget hari ini, suka deh~
Jam 11 tadi keluar dari kosan Imam Bonjol (kosan temen yah wkwk), terus ke Tokyo Express Gramedia buat makan okonomiyaki~
Habis itu mager di McD buat ngerjain LI wkwk. Rencananya habis ini mau solat di masjid BIP terus mager lagi di food court atau di TGA sampe jam 5. Kenapa sampe jam 5?
Soalnya...mau ngedate wkwk.
Ciao!
Pagi2 jam 5 udah bangun, terus masak krim sup (yang akhirnya keenceran huhu).
Terus jam 7 buru2 ke travel, kebetulan damri ke DU lewat, tanpa pikir panjang langsung naik aja hehe.
Perjalanannya seru, ga monton kayak biasanya tiap ke Bandung naik travel dan pemandangan tol juga semrawutnya Pasteur...bosen.
Tadi pagi rasanya panjang banget, sebis penuh, tol cuma sebentar karena turun di tol Moh. Toha. Terus sepanjang jalan Moh. Toa (yang jalannya emang panjang), banyak banget hal yg bisa diperhatiin... Termasuk, 2 kompi polisi yang lagi ngerubungin kantor PDIP haha, lucu ngeliat polisi2 yang ga jaim: ngerubungin gerobak bubur dan soto buat makan (kayak anak SD kelaperan hehe), pada becanda2 ceria gitu, sama ada yg sibuk sama hpnya terus nyisir2 rambut juga haha.
Terus ternyata ga lewat jalur biasanya karena masih pagi, jadi jalurnya belok ke Jl. Riau, masuk ke Pramuka, nembus ke Cilaki, trus lewat jalan depan Togamas, sampe ke Diponegoro dan ngelewatin Gasibu... Aku turun di perempatan BCA Dago, terus jalan ke Imam Bonjol hehe.
Lucu banget hari ini, suka deh~
Jam 11 tadi keluar dari kosan Imam Bonjol (kosan temen yah wkwk), terus ke Tokyo Express Gramedia buat makan okonomiyaki~
Habis itu mager di McD buat ngerjain LI wkwk. Rencananya habis ini mau solat di masjid BIP terus mager lagi di food court atau di TGA sampe jam 5. Kenapa sampe jam 5?
Soalnya...mau ngedate wkwk.
Ciao!
Rabu, 27 November 2013
Review Tutorial: Kasus #6.1 Cerebral Palsy & Mental Retardation
Cie banget nih yang niatnya mau konsisten ngereview materi kuliah hahaha.
Jadi hari ini tuh siangnya tutorial...setelah nambah lembaran baru soal kasus, masing2 maju presentasi tentang bagian apa yang dibagikan (Learning Issue, selanjut bakal disebut sebagai LI).
Nah, aku sih dapet LI faktor2 yang memengaruhi perkembangan anak. Yaa biasanya sih bakal lebih jago ngejelasin LI sendiri ketimbang punya orang wkwk.
Oh iya, tutorial itu 3x seminggu: Senin, Rabu, Jumat. Karena aku dapet kloter siang jadi jam 1 sampe 4 sore~ Jadi kita apat suatu kasus, dibahas di tutor (1 tutor itu kelas kecil yang isinya 10-12 orang), lalu cari hal2 apa aja yag mesti kita ngerti dari kasus itu, namanya LI. Nantinya LI dibagi sesuai undian, terus besoknya dipresentasiin deh.
Oh iya, biar jelas nih, aku tulis daftar LInya yaa... (yang hari ini dipresentasikan):
1. Brain development (perkembangan otak)
2. Histology of Brain Development (ilmu jaringan saat perkembangan otak)
3. Brain's plasticity (plastisitas otak)
4. Function of Brain
5. Definition of Children Development & Behaviour
6. Principal of Children Development
7. Stages of Children Development & Behaviour
8. Factors Affected Children Development
Jadi...aku berasa kayak lagi mau bikin draft SOCA haha. Fyi, SOCA adalah tes presentasi di akhir semester. Sangat menakutkan karena harus presentasi kasus yang diundi. Sebagai bayangan, semester 3 belajar 2 sistem: EMS (sistem endokrin dan penyakit metabolik) dan NBSS (sistem syaraf dan panca indera, plus psikiatri). EMS ada 6 kasus, NBSS ada 10 kasus, total yaa di antara 16 kasus itu 1 diundi untuk dipresentasikan. Tahu lah megang 10 kasus pas tahun pertama aja maboknya udah kayak apa huffft.
Ah, curhatnya kepanjangan...langsung aja review nih yaah...
Jadi hari ini tuh siangnya tutorial...setelah nambah lembaran baru soal kasus, masing2 maju presentasi tentang bagian apa yang dibagikan (Learning Issue, selanjut bakal disebut sebagai LI).
Nah, aku sih dapet LI faktor2 yang memengaruhi perkembangan anak. Yaa biasanya sih bakal lebih jago ngejelasin LI sendiri ketimbang punya orang wkwk.
Oh iya, tutorial itu 3x seminggu: Senin, Rabu, Jumat. Karena aku dapet kloter siang jadi jam 1 sampe 4 sore~ Jadi kita apat suatu kasus, dibahas di tutor (1 tutor itu kelas kecil yang isinya 10-12 orang), lalu cari hal2 apa aja yag mesti kita ngerti dari kasus itu, namanya LI. Nantinya LI dibagi sesuai undian, terus besoknya dipresentasiin deh.
Oh iya, biar jelas nih, aku tulis daftar LInya yaa... (yang hari ini dipresentasikan):
1. Brain development (perkembangan otak)
2. Histology of Brain Development (ilmu jaringan saat perkembangan otak)
3. Brain's plasticity (plastisitas otak)
4. Function of Brain
5. Definition of Children Development & Behaviour
6. Principal of Children Development
7. Stages of Children Development & Behaviour
8. Factors Affected Children Development
Jadi...aku berasa kayak lagi mau bikin draft SOCA haha. Fyi, SOCA adalah tes presentasi di akhir semester. Sangat menakutkan karena harus presentasi kasus yang diundi. Sebagai bayangan, semester 3 belajar 2 sistem: EMS (sistem endokrin dan penyakit metabolik) dan NBSS (sistem syaraf dan panca indera, plus psikiatri). EMS ada 6 kasus, NBSS ada 10 kasus, total yaa di antara 16 kasus itu 1 diundi untuk dipresentasikan. Tahu lah megang 10 kasus pas tahun pertama aja maboknya udah kayak apa huffft.
Ah, curhatnya kepanjangan...langsung aja review nih yaah...
Hari Sosial Sedunianya Dirwid
Karena hari ini rekor ketemu anak nostra di mana2 dan sapa2an.
Udah lama gak nyapa orang, haha.
Wah, kebongar aibnya hehe...
Udah lama gak nyapa orang, haha.
Wah, kebongar aibnya hehe...
Ditunda
Kalo ada masalah, terus gak diberesin
Ditunda, dicuekin
Iya, mungkin aku lupa,
tapi bakal ngomelin yang sama tiap inget
Karna ga pernah dijelasin.
Kalo harus ngerti sendiri?
Begitu aku bilang gini,
kamu ga terima.
Yaudah, aku ngomel aja terus
biar kamu gak tahan
terus keceplosan deh.
Ditunda, dicuekin
Iya, mungkin aku lupa,
tapi bakal ngomelin yang sama tiap inget
Karna ga pernah dijelasin.
Kalo harus ngerti sendiri?
Begitu aku bilang gini,
kamu ga terima.
Yaudah, aku ngomel aja terus
biar kamu gak tahan
terus keceplosan deh.
Hidup Susah
Susah yah cari teman hidup
untuk bersusah-susah?
Kalo maunya enaknya sendiri
dari dulu aku udah gitu
gausah nyari temen malah
Begitu pengen ngebenerin diri
yang paling deket aja gak ngerepons.
Susah yah cari temen
untuk hidup susah
Kalo buat senang-senang,
banyak banget yang bersedia
Bener-bener susah deh
padahal pengen banget
saling mengingatkan
Dan saling bersabar
dalam kebaikan.
Surat sesimpel Al-Asr aja
bikin banget iri.
Demi waktu
Manusia merugi
Huh.
untuk bersusah-susah?
Kalo maunya enaknya sendiri
dari dulu aku udah gitu
gausah nyari temen malah
Begitu pengen ngebenerin diri
yang paling deket aja gak ngerepons.
Susah yah cari temen
untuk hidup susah
Kalo buat senang-senang,
banyak banget yang bersedia
Bener-bener susah deh
padahal pengen banget
saling mengingatkan
Dan saling bersabar
dalam kebaikan.
Surat sesimpel Al-Asr aja
bikin banget iri.
Demi waktu
Manusia merugi
Huh.
Jadi, Sudah Resmi Hari Ini...
...kalau saya akan tegaskan.
Visiku, visimu.
Semoga kamu mengerti, dan jadilah manusia yang membanggakan
Allah dan RasulNya.
Kalo mau gedein ego,
aku gak akan bakal mau ngelepasin kamu,
sampai kapanpun.
Tapi kalo emang jalannya gini,
jalan biar kamu bisa lebih baik
dengan kurelakan...
Jikalau bisa,
pengennya gak harus gini.
Tapi aku dari dulu bertanya-tanya,
Kalo gini terus, kapan kamu dan aku
bisa membanggakanNya?
Karena kita terlalu nyaman berdampingan.
Gimana kalo takdirnya kita emang dijauhkan
agar masing2 berpikir dan bertekad
menjadi pribadi yang sungguh2 baik?
Inginnya tidak, tapi apa daya.
Visiku, visimu.
Semoga kamu mengerti, dan jadilah manusia yang membanggakan
Allah dan RasulNya.
Kalo mau gedein ego,
aku gak akan bakal mau ngelepasin kamu,
sampai kapanpun.
Tapi kalo emang jalannya gini,
jalan biar kamu bisa lebih baik
dengan kurelakan...
Jikalau bisa,
pengennya gak harus gini.
Tapi aku dari dulu bertanya-tanya,
Kalo gini terus, kapan kamu dan aku
bisa membanggakanNya?
Karena kita terlalu nyaman berdampingan.
Gimana kalo takdirnya kita emang dijauhkan
agar masing2 berpikir dan bertekad
menjadi pribadi yang sungguh2 baik?
Inginnya tidak, tapi apa daya.
Selasa, 26 November 2013
Capek
Akhir2 ini jadi ngeremehin banyak hal.
Kacau sih, kayak memaksa berganti kehidupan, tapi gak bisa.
Jadi lebih banyak tidur juga, buat kabur dari kenyataan.
Gak baik sih, tapi semoga gak kelamaan kayak gininya.
Kacau sih, kayak memaksa berganti kehidupan, tapi gak bisa.
Jadi lebih banyak tidur juga, buat kabur dari kenyataan.
Gak baik sih, tapi semoga gak kelamaan kayak gininya.
Visual Pathway and Binocular Vision
Ini ceritanya mau ngereview materi kuliah tadi pagi haha, walau cuma 1 jam tapi sangat membuka pikiran banget dan pengen kepo lebih dalam soal cara kerja mata beserta anatominya, weits.
Jadi ceritanya, kalo ditanya gunanya mata itu untuk apa, dan kita jawab untuk melihat, itu salah besar... Karena mata kerjanya cuma menerima cahaya dan memfokuskannya ke retina, eaa...
Jadi, kita bisa melihat gak cuma berkat jasanya kedua bola mata kita yang sehat, tapi juga karena jasa saraf mata, optic chiasma (aku gatau apa bahasa Indonesianya haha) (persilangan 2 saraf mata, nanti aku ceritain lagi huehe), traktus optikus, thalamus (bagian otak yang berada di tengah2, fungsinya untuk tempat lewat serabut2 saraf), sampai akhirnya nyampe ke daerah otak belakang tempat memproses stimulus visual, horeee~~
Ditekankan lagi ya, untuk bisa melihat dengan normal, kita membutuhkan 2 bola mata yang sehat (dua, karena kalo cuma 1 berefek ke lapang pandangan yang ga seluas kalo punya 2 mata), serabut saraf mata yang bagus, juga otak kita yang mampu menerjemahkan stimulus dari mata dengan baik~
Ayo mulai kita perhatikan bola mata kita. Organ ini nih yang lumayan ribet, padahal cuma bola kecil namun karena fungsinya yang sangat penting jadi benar2 dilengkapi dengan peralatan yang hebat! Kita flashback ke zaman SMA, ayooo di mata ada apa aja nih? Ada lensa mata, pupil, cairan mata, kornea, retina, pembuluh darah, serabut saraf, otot mata...
Jadi ceritanya, kalo ditanya gunanya mata itu untuk apa, dan kita jawab untuk melihat, itu salah besar... Karena mata kerjanya cuma menerima cahaya dan memfokuskannya ke retina, eaa...
Jadi, kita bisa melihat gak cuma berkat jasanya kedua bola mata kita yang sehat, tapi juga karena jasa saraf mata, optic chiasma (aku gatau apa bahasa Indonesianya haha) (persilangan 2 saraf mata, nanti aku ceritain lagi huehe), traktus optikus, thalamus (bagian otak yang berada di tengah2, fungsinya untuk tempat lewat serabut2 saraf), sampai akhirnya nyampe ke daerah otak belakang tempat memproses stimulus visual, horeee~~
Ditekankan lagi ya, untuk bisa melihat dengan normal, kita membutuhkan 2 bola mata yang sehat (dua, karena kalo cuma 1 berefek ke lapang pandangan yang ga seluas kalo punya 2 mata), serabut saraf mata yang bagus, juga otak kita yang mampu menerjemahkan stimulus dari mata dengan baik~
Ayo mulai kita perhatikan bola mata kita. Organ ini nih yang lumayan ribet, padahal cuma bola kecil namun karena fungsinya yang sangat penting jadi benar2 dilengkapi dengan peralatan yang hebat! Kita flashback ke zaman SMA, ayooo di mata ada apa aja nih? Ada lensa mata, pupil, cairan mata, kornea, retina, pembuluh darah, serabut saraf, otot mata...
Orang yang Tak Mampu Menerapkan Ilmunya
Otak penuh, perilaku nihil.
Sukanya mengkritik, tapi kelakuannya sama saja seperti yang dikritik.
Kalau seseorang bertindak tanpa ilmu, itu namanya gegabah.
Kalau seseorang bertindak di luar ilmunya, itu baru namanya bodoh.
Sukanya mengkritik, tapi kelakuannya sama saja seperti yang dikritik.
Kalau seseorang bertindak tanpa ilmu, itu namanya gegabah.
Kalau seseorang bertindak di luar ilmunya, itu baru namanya bodoh.
Senin, 25 November 2013
Suntuk dengan Keseharian
Semua orang bisa dipastikan pernah merasakan kebosanan dalam hidupnya, apalagi kalo emang lagi monoton banget kegiatannya, itu2 aja yang dilakukan setiap harinya. Apakah bosan itu terlarang?
Kok bisa mikir gitu? Iyaa soalnya kalo bosan kita cenderung melakukan apapun biar ga bosen langsung, termasuk melanggar aturan, melanggar prinsip, yang penting jadi ga suntuk lagi.
Yang pernah kutonton di youtube, ada pembahasan secara psikologis kenapa manusia punya rasa bosan, dan apa tujuannya dari rasa bosen.
Coba deh direnungin, kalo kita ga bosen2, kita cenderung akan melakukan hal yang sama seumur hidup kita, yang artinya pengalaman kita akan hanya dalam hal dan bidang yang itu2 saja.
Katanya sih, bosen itu muncul sebagai pertanda untuk melakukan hal lain yang lebih baik daripada saat itu, mendorong manusia untuk berinovasi dan berkembang lebih baik lagi.
Coba direnungkan...bener ga sih?
Atau, punya pendapat lain?
Sumber tontonan: vsauce (youtube).
Kok bisa mikir gitu? Iyaa soalnya kalo bosan kita cenderung melakukan apapun biar ga bosen langsung, termasuk melanggar aturan, melanggar prinsip, yang penting jadi ga suntuk lagi.
Yang pernah kutonton di youtube, ada pembahasan secara psikologis kenapa manusia punya rasa bosan, dan apa tujuannya dari rasa bosen.
Coba deh direnungin, kalo kita ga bosen2, kita cenderung akan melakukan hal yang sama seumur hidup kita, yang artinya pengalaman kita akan hanya dalam hal dan bidang yang itu2 saja.
Katanya sih, bosen itu muncul sebagai pertanda untuk melakukan hal lain yang lebih baik daripada saat itu, mendorong manusia untuk berinovasi dan berkembang lebih baik lagi.
Coba direnungkan...bener ga sih?
Atau, punya pendapat lain?
Sumber tontonan: vsauce (youtube).
Sabtu, 23 November 2013
(azaleav.wordpress.com) Ibu Rumah Tangga Inspiratif
INSPIRATIVE HOUSEWIFE STORY
Tiga anaknya tidak sekolah di sekolah formal layaknya anak-anak pada umumnya. Tapi ketiganya mampu menjadi anak-anak teladan, dua di antaranya sudah kuliah di luar negeri di usia yang masih seangat muda. Saya cuma berdecak gemetar mendengarnya. Bagaimana bisa?Minggu (21/ 7) lalu, saya mengikuti acara Forum Indonesia Muda (FIM) Ramadhan yang diadakan di UNPAD. Niat awalnya mau nabung ilmu dan inspirasi sebelum pulang kampung, selain juga memang karena pengisi acaranya inspiring. Eh, pembicara yang paling saya tunggu ternyata berhalangan hadir. But, that’s not the point. Semua pembicara yang hadir memang sangat inspiring, tapi saya benar-benar dikejutkan di sesi terakhir. Tentang parenting. Awalnya saya pikir sesi ini mau membicarakan apa gitu. Do you know actually? It talks about a success and inspiring housewife. Saya langsung melek. Lupa lapar. Like my dream becomes closer. Saya mencari seminar yang membahas tentang keiburumahtanggaan. Nggak tahunya nemu di sana. Lihatlah daftar mimpi besar saya nomor 1-4. Rasanya terbahas semua sore itu. (No offense nomor 2, gue juga kagak tahu kalau urusan itu :p ) Baiklah, mukadimah ini akan terlalu panjang kalau saya lanjutkan.
Namanya Ibu Septi Peni Wulandani. Kalau kalian search nama ini di google, kalian akan tahu bahwa Ibu ini dikenal sebagai Kartini masa kini. Bukan, dia bukan seorang pejuang emansipasi wanita yang mengejar kesetaraan gender lalala itu. Bukan.Beliau seorang ibu rumah tangga profesional, penemu model hitung jaritmatika, juga seorang wanita yang amat peduli pada nasib ibu-ibu di Indonesia. Seorang wanita yang ingin mengajak wanita Indonesia kembali ke fitrahnya sebagai wanita seutuhnya. Dalam sesi itu, beliau bercerita kiprahnya sebagai ibu rumah tangga yang mendidik tiga anaknya dengan cara yang bahasa kerennya anti mainstream. It’s like I’m watching 3 Idiots. But this is not a film. This is a real story from Salatiga, Indonesia.
(kurniawangunadi.tumblr.com) Cerpen: Tempat Berbagi
Sumber: http://kurniawangunadi.tumblr.com/post/67367655962/cerpen-tampat-berbagiCerpen : Tampat Berbagi
Hidup semakin kesini semakin berjalan cepat, dan saat kau tidak bisa berjalan secepat hidup ini atau lebih cepat darinya. Aku akan kalah. Seperti kekalahan-kekalahanku sebelumnya.Aku tidak pernah menceritakan bagaimana hidupku di masa lalu kepada siapapun, tidak pernah pula mengijinkan orang lain masuk ke dalam hidupku saat ini. Sekalipun ada beberapa orang yang mampu dekat denganku, mereka hanya tahu sebagian kecil saja.Aku sudah terbiasa sendiri, mengatasi segala masalah sendiri, menyimpan semua hal sendiri. Meski aku tahu, manusia pada umumnya akan memandang sebelah orang-orang yang terus menerus hidup dalam kesendiriannya. Aku belum menemukan alasan yang tepat untuk hidup berbagai dengan orang lain. Aku merasa cukup dengan diri sendiri, atau mungkin aku belum selesai dengan diri sendiri.Kini ketika satu persatu temanku memutuskan mengakhiri kesendiriannya. Aku bertanya-tanya, orang seperti apakah yang sanggup berbagi hidup denganku. Aku bukan siapa-siapa, bukan seseorang dengan segudang amal mulia, bukan seseorang dengan setumpuk gelar baik, aku bukan siapa-siapa karena aku selalu dengan diriku sendiri.Aku bertanya-tanya, seperti apakah orang yang mampu menerima apa yang aku miliki meski aku tidak memiliki apapun sebenarnya. Dan ketika aku melihat teman-temanku yang baik satu persatu menemukan tempat berbaginya, aku bahagia sekaligus sedih. Sebab, aku tahu aku bukan siapa siapa dan tidak menjadi siapa-siapa. Aku sibuk dengan diri sendiri yang tak kunjung selesai. Dan mereka bertemu dengan orang yang ternyata itu bukanlah aku, atau seperti aku.Aku menghabiskan waktu untuk menyendiri dan menyimpan segala pertanyaan itu, sendiri. Tak pernah aku utarakan ke siapapun. Aku kan mencari jawabnya seorang diri. Aku tidak tahu, orang seperti apa yang sedang aku cari, jawaban seperti apa yang aku inginkan. Dan aku pun bertanya-tanya saat diperjalanan bertemu dengan orang yang sedang mencari hal yang sama, memiliki pertanyaan yang sama. Lalu kami mencari bersama-sama.Pertanyaan-pertanyaan itu tak kunjung kami temukan jawabnya sampai pada satu waktu ada orang yang mengatakan kepada kami, bahwa kami adalah jawaban dari pertanyaan itu. Dan kami saling bersitatap tidak percaya."Kamukah, jawabnya?"Bandung, 18 November 2013
Ga tahan buat ga di-share!
Ceritanya terlalu aku banget (kecuali dari bagian di perjalanan menemukan orang yang sedang mencari hal yang sama, haha).
Menyadari yang Selama Ini Diabaikan
Dalam hidup yang kompleks ini, kita "terpaksa" memilih untuk memperhatikan dan mengabaikan, agar hidup lebih efektif dan efisien serta tidak terganggu dengan hal2 yang kurang relevan untuk melanjutkan kehidupan.
Perhatian tentu akan dipusatkan kepda hal2 yang dianggap lebih penting, berdaya guna, dan menyenangkan (tapi tak semua yang berguna itu menyenangkan sih). Sementara, hal2 yang dianggap menyusahkan, membingungkan, sulit untuk diubah akan cenderung kita abaikan. Masih banyak masalah yang lebih penting untuk diperhatikan dan diselesaikan.
Apabila masalah tidak kita selesaikan, apalagi sengaja ditinggal pergi begitu saja, yaudah jadilah masalah itu duri dalam daging (?).
Haha, maksudnya begitu kita dihadapkan pada masalah yang mirip, atau bahkan masalah itu terungkit kembali, kita jadi kalang kabut dan kesakitan lagi untuk kedua kalinya.
Cie.
Curhat ya? Haha.
Sebenernya, ga asik kan sakit lagi gara2 masalah yang itu2 lagi? Tapi selama ga diselesaikan, bisa aja muncul lagi, bahkan ngejar kita seumur hidup, meminta untuk diselesaikan...
Sebenernya, setelah curhat di postingan sebelum ini, aku jadi inget masalah yang sengaja aku lupain. Yah, masalah kepercayaan terhadap lingkaran pertemanan. Seperti yang udah kusinggung dalam posting tersebut, aku trauma (sampe sekarang) karna diusir sama temen2 deket sendiri. Yang gak kusadari, aku berusaha untuk melupakan, bukan merelakan. Alhasil, semakin dewasa aku hanya berani dekat secara hati ke hati, bukan sekaligus ke banyak hati.
Mungkin banget gak karena trauma itu?
Yang gak pernah aku relain buat pergi, duh.
Jadi kalo buat masalahku yang ini, mungkin cara untuk menyelesaikannya adalah: relakan. Biar saja mereka mengusirmu, toh smakin dewasa kamu lihat kan gimana bedanya mereka. Memang sudah tidak cocok, maka relakan. Dan jangan berburuk sangka kepada kelmpk pertemanan lagi, heu.
Teorinya demikian, tapi entahlah.
Payah nih aku.
Perhatian tentu akan dipusatkan kepda hal2 yang dianggap lebih penting, berdaya guna, dan menyenangkan (tapi tak semua yang berguna itu menyenangkan sih). Sementara, hal2 yang dianggap menyusahkan, membingungkan, sulit untuk diubah akan cenderung kita abaikan. Masih banyak masalah yang lebih penting untuk diperhatikan dan diselesaikan.
Apabila masalah tidak kita selesaikan, apalagi sengaja ditinggal pergi begitu saja, yaudah jadilah masalah itu duri dalam daging (?).
Haha, maksudnya begitu kita dihadapkan pada masalah yang mirip, atau bahkan masalah itu terungkit kembali, kita jadi kalang kabut dan kesakitan lagi untuk kedua kalinya.
Cie.
Curhat ya? Haha.
Sebenernya, ga asik kan sakit lagi gara2 masalah yang itu2 lagi? Tapi selama ga diselesaikan, bisa aja muncul lagi, bahkan ngejar kita seumur hidup, meminta untuk diselesaikan...
Sebenernya, setelah curhat di postingan sebelum ini, aku jadi inget masalah yang sengaja aku lupain. Yah, masalah kepercayaan terhadap lingkaran pertemanan. Seperti yang udah kusinggung dalam posting tersebut, aku trauma (sampe sekarang) karna diusir sama temen2 deket sendiri. Yang gak kusadari, aku berusaha untuk melupakan, bukan merelakan. Alhasil, semakin dewasa aku hanya berani dekat secara hati ke hati, bukan sekaligus ke banyak hati.
Mungkin banget gak karena trauma itu?
Yang gak pernah aku relain buat pergi, duh.
Jadi kalo buat masalahku yang ini, mungkin cara untuk menyelesaikannya adalah: relakan. Biar saja mereka mengusirmu, toh smakin dewasa kamu lihat kan gimana bedanya mereka. Memang sudah tidak cocok, maka relakan. Dan jangan berburuk sangka kepada kelmpk pertemanan lagi, heu.
Teorinya demikian, tapi entahlah.
Payah nih aku.
Ceritanya Galau dan Nelangsa
Ehem, kayaknya ini bakal jadi rangkuman terkomprehensif soal kehidupan sosialku dari kecil sampai sekarang nih, hehe. (sebelum blog ini banyak orang yang tau, kalo posting2 bawah kan suka ga kebaca hahaha)
Sebelumnya, latar belakang mengapa aku memutuskan (ceilah) untuk membongkar (paksa) sendiri salah satu sisi hidupku yang kelam (aduh lebay) adalah...
...karena kayaknya masa kuliah ini adalah fase paling terburuk sepanjang hidupku sampai saat ini, dalam kehidupan sosialku.
Nah loh, ada apa nih??
Ayo kita mulai kisahnya dari zaman aku masih ceria dan polos~
Alkisah, ada anak kecil gendut dan cina abiez yang tinggal di sebuah kota industri di ujung barat Pulau Jawa. Namanya Dirwid (bukan nama sebenarnya, tapi akronim dari nama panjangnya wkwk), anak pertama dalam keluarga perantau dari Jawa Timur.
Sebelumnya, latar belakang mengapa aku memutuskan (ceilah) untuk membongkar (paksa) sendiri salah satu sisi hidupku yang kelam (aduh lebay) adalah...
...karena kayaknya masa kuliah ini adalah fase paling terburuk sepanjang hidupku sampai saat ini, dalam kehidupan sosialku.
Nah loh, ada apa nih??
Ayo kita mulai kisahnya dari zaman aku masih ceria dan polos~
Alkisah, ada anak kecil gendut dan cina abiez yang tinggal di sebuah kota industri di ujung barat Pulau Jawa. Namanya Dirwid (bukan nama sebenarnya, tapi akronim dari nama panjangnya wkwk), anak pertama dalam keluarga perantau dari Jawa Timur.
Kenapa Bikin Blog Baru?
Aku gampang bosen, hehe.
Padahal posting yang di blog2 lama udah puluhan gitu, lumayan banyak kalo misalnya dari dulu aku bertahan di satu blog yang sama.
Apakah ini artinya aku tak bisa setia? Hahaha, enggak kok, aku setia dan penyayang. #kode
Ya tadi sih, seringnya gara2 mulai banyak yang jadi follower blog, jadi gak nyaman mau cerita macem2. Jadi aja indah ke alamat blog baru. Terus, lagi punya konsep hidup yang beda, misalnya naik tingkat ke SMA, atau punya orientasi hidup baru, jadi secara gak langsung pengen buka lembaran baru gitu, karna emang aku sulit move on juga hiks. #kodelagi
Sama suka bikin blog buat tema2 tertentu, tapi akhirnya terlantar juga... #kabur
Yaudah, jadilah blog unyu ini. Dengan orientasi hidup yang baru (dan karna tumblrnya lemot banget heu).
Sempet tergampar juga gara2 baca ini:
Semoga menginpirasi kamu juga ya! Ayo menulis dan meninggalkan jejak kebaikan, hehe.
Padahal posting yang di blog2 lama udah puluhan gitu, lumayan banyak kalo misalnya dari dulu aku bertahan di satu blog yang sama.
Apakah ini artinya aku tak bisa setia? Hahaha, enggak kok, aku setia dan penyayang. #kode
Ya tadi sih, seringnya gara2 mulai banyak yang jadi follower blog, jadi gak nyaman mau cerita macem2. Jadi aja indah ke alamat blog baru. Terus, lagi punya konsep hidup yang beda, misalnya naik tingkat ke SMA, atau punya orientasi hidup baru, jadi secara gak langsung pengen buka lembaran baru gitu, karna emang aku sulit move on juga hiks. #kodelagi
Sama suka bikin blog buat tema2 tertentu, tapi akhirnya terlantar juga... #kabur
Yaudah, jadilah blog unyu ini. Dengan orientasi hidup yang baru (dan karna tumblrnya lemot banget heu).
Sempet tergampar juga gara2 baca ini:
Dari tumblrnya MasGun di post: http://kurniawangunadi.tumblr.com/post/56825097445/ramadhan-22-jejak-kematianKadang saya menyisakan kesedihan bukan karena kamatiannya, tp apa yang ditinggalkan setelah kematiannya. Media sosial itu alangkah baiknya meninggalkan jejak-jejak yang bisa mengantarkan orang yang membacanya kepada sebuah pelajaran berharga. Sayangnya tidak semua yang saya buka itu memberikanya.Jejak itu berupa foto masa muda bermesraan dengan kekasihnya, atau bagi perempuan ketika buka-tutup kerudungnya sehingga pada jejaknya pun masih menyisakan foto-fotonya dengan pakaian yang lebih terbuka, atau seseorang dengan ucapan-ucapan kasarnya yang terakhir termuat.Mengingat hal itu membuat saya berpikir u/ lebih berhati-hati menggunakan sosial media milik saya sendiri. Menjadi lebih bijaksana menggunakannya dan semoga menjadi ladang amal baik.Entah mengapa saya merasa sedih dengan jejak yang ditinggalkan teman-teman saya tersebut, pada masa mudanya yang gemilang, kematian datang tidak diundangan bahkan dalam keadaan segar-bugar. Tak satupun orang yang bisa lagi log-in karena tidak ada oranglain yang tahu username dan passwordnya.Ya, kematian orang lain mengajarkan saya banyak hal. Semoga jejak yang saya tinggalkan kelak akan menjadi kebaikan yang terus mengalir. Kapanpun kematian itu datang dan saya tidak sempat memberikan akses media-sosial saya kepada orang lain untuk saya titipkan.Kematian itu meminta persiapan.
Semoga menginpirasi kamu juga ya! Ayo menulis dan meninggalkan jejak kebaikan, hehe.
Pikiran tanpa Tindakan?
Saya pernah diceritakan oleh salah seorang teman yang mengikuti unit kegiatan mahasiswa yang mengkaji berbagai persoalan sosial, katanya, namun ternyata isinya terlalu dominan debat ketimbang kajiannya.
Dan yang lebih mencolok, katanya, unit tersebut hanya melakukan kajian (yang skali lagi, tidak sepenuhnya kajian) dan tidak melakukan tindakan atas hasil kajian tersebut.
Setelah ditilik sejarahnya, ternyata dulunya unit tersebut merupakan unit pencetus pergerakan aksi massa (zaman 98), wow skali...pantas saja taglinenya mengkaji dan melakukan tindakan, semacam itulah. Yang sekarang sudah dipegang oleh KM universitas.
Tapi entah kenapa, pergerakan zaman dulu lebih gereget daripada zaman sekarang. Kenapa ya?
Sebelum jauh2 ngomentarin orang lain, lebih baik menengok diri sendiri dulu. Sudah sering berteori, berpikir banyak dan besar tapi nihil tindakan? Kalaupun ada, hanya setengah2? Tidak sepenuh hati?
Bisa jadi spirit perjuangan itulah yang membuat perbedaan nyata, padahal bentuk kegiatannya bisa saja sama.
Tapi salah juga kalo bertindak tanpa berpikir, itu akan menjadi tindakan yang tidak matang dan asal jadi. Wah, gamau juga kan?
Muaranya, balik lagi ke niat...yang mungkin manusia emang ga ada yang bisa baca hati dan pikiran manusia lain, tapi kerasa aja sih manifestasinya dari perilaku dan keseriusannya hehe.
Dan yang lebih mencolok, katanya, unit tersebut hanya melakukan kajian (yang skali lagi, tidak sepenuhnya kajian) dan tidak melakukan tindakan atas hasil kajian tersebut.
Setelah ditilik sejarahnya, ternyata dulunya unit tersebut merupakan unit pencetus pergerakan aksi massa (zaman 98), wow skali...pantas saja taglinenya mengkaji dan melakukan tindakan, semacam itulah. Yang sekarang sudah dipegang oleh KM universitas.
Tapi entah kenapa, pergerakan zaman dulu lebih gereget daripada zaman sekarang. Kenapa ya?
Sebelum jauh2 ngomentarin orang lain, lebih baik menengok diri sendiri dulu. Sudah sering berteori, berpikir banyak dan besar tapi nihil tindakan? Kalaupun ada, hanya setengah2? Tidak sepenuh hati?
Bisa jadi spirit perjuangan itulah yang membuat perbedaan nyata, padahal bentuk kegiatannya bisa saja sama.
Tapi salah juga kalo bertindak tanpa berpikir, itu akan menjadi tindakan yang tidak matang dan asal jadi. Wah, gamau juga kan?
Muaranya, balik lagi ke niat...yang mungkin manusia emang ga ada yang bisa baca hati dan pikiran manusia lain, tapi kerasa aja sih manifestasinya dari perilaku dan keseriusannya hehe.
New Life
Kenapa judulnya gak: Hidup Baru?
Saya sadar, saya banyak berubah. Jujur saya keracunan banyak hal dari bangku kuliah, termasuk soal berbahasa. Karena materi kuliah seluruhnya berbahasa Inggris, tak jarang saya bahkan tak tahu apa istilah itu dalah bahasa Indonesianya.
Padahal sebelum kuliah, saya keras sekali mengIndonesiakan kata2 saya, hehe.
Oh iya, hai, halo, para pembaca sekalian....
Saya memang resmi membuat blog baru hari ini, namun sebenarnya saya lumayan veteran dalam dunia blogging haha, berganti tempat ke sana kemari, dari blogger, wordpress, tumblr, twitter, sampai akhirnya nempel di blogger lagi.
Twitter kurang mampu mengakomodasi kebutuhan menuis saya yang begitu panjang, sementara tumblr...lemot sekali untuk membuka interface menulisnya saja.
Lagipula, saya bertekad satu hal: ingin berubah menjadi pribadi yg lebih baik lagi, untuk di akhirat kelak.
Ya, tujuannya akhirat. Tiada daya dan upaya kecuali dariNya...
Hehe. Insya Allah.
Saya sadar, saya banyak berubah. Jujur saya keracunan banyak hal dari bangku kuliah, termasuk soal berbahasa. Karena materi kuliah seluruhnya berbahasa Inggris, tak jarang saya bahkan tak tahu apa istilah itu dalah bahasa Indonesianya.
Padahal sebelum kuliah, saya keras sekali mengIndonesiakan kata2 saya, hehe.
Oh iya, hai, halo, para pembaca sekalian....
Saya memang resmi membuat blog baru hari ini, namun sebenarnya saya lumayan veteran dalam dunia blogging haha, berganti tempat ke sana kemari, dari blogger, wordpress, tumblr, twitter, sampai akhirnya nempel di blogger lagi.
Twitter kurang mampu mengakomodasi kebutuhan menuis saya yang begitu panjang, sementara tumblr...lemot sekali untuk membuka interface menulisnya saja.
Lagipula, saya bertekad satu hal: ingin berubah menjadi pribadi yg lebih baik lagi, untuk di akhirat kelak.
Ya, tujuannya akhirat. Tiada daya dan upaya kecuali dariNya...
Hehe. Insya Allah.
Langganan:
Postingan (Atom)
