Sabtu, 23 November 2013

Pikiran tanpa Tindakan?

Saya pernah diceritakan oleh salah seorang teman yang mengikuti unit kegiatan mahasiswa yang mengkaji berbagai persoalan sosial, katanya, namun ternyata isinya terlalu dominan debat ketimbang kajiannya.

Dan yang lebih mencolok, katanya, unit tersebut hanya melakukan kajian (yang skali lagi, tidak sepenuhnya kajian) dan tidak melakukan tindakan atas hasil kajian tersebut.

Setelah ditilik sejarahnya, ternyata dulunya unit tersebut merupakan unit pencetus pergerakan aksi massa (zaman 98), wow skali...pantas saja taglinenya mengkaji dan melakukan tindakan, semacam itulah. Yang sekarang sudah dipegang oleh KM universitas.

Tapi entah kenapa, pergerakan zaman dulu lebih gereget daripada zaman sekarang. Kenapa ya?

Sebelum jauh2 ngomentarin orang lain, lebih baik menengok diri sendiri dulu. Sudah sering berteori, berpikir banyak dan besar tapi nihil tindakan? Kalaupun ada, hanya setengah2? Tidak sepenuh hati?

Bisa jadi spirit perjuangan itulah yang membuat perbedaan nyata, padahal bentuk kegiatannya bisa saja sama.

Tapi salah juga kalo bertindak tanpa berpikir, itu akan menjadi tindakan yang tidak matang dan asal jadi. Wah, gamau juga kan?

Muaranya, balik lagi ke niat...yang mungkin manusia emang ga ada yang bisa baca hati dan pikiran manusia lain, tapi kerasa aja sih manifestasinya dari perilaku dan keseriusannya hehe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar