Sabtu, 23 November 2013

(kurniawangunadi.tumblr.com) Cerpen: Tempat Berbagi

Cerpen : Tampat Berbagi

Hidup semakin kesini semakin berjalan cepat, dan saat kau tidak bisa berjalan secepat hidup ini atau lebih cepat darinya. Aku akan kalah. Seperti kekalahan-kekalahanku sebelumnya.
Aku tidak pernah menceritakan bagaimana hidupku di masa lalu kepada siapapun, tidak pernah pula mengijinkan orang lain masuk ke dalam hidupku saat ini. Sekalipun ada beberapa orang yang mampu dekat denganku, mereka hanya tahu sebagian kecil saja.
Aku sudah terbiasa sendiri, mengatasi segala masalah sendiri, menyimpan semua hal sendiri. Meski aku tahu, manusia pada umumnya akan memandang sebelah orang-orang yang terus menerus hidup dalam kesendiriannya. Aku belum menemukan alasan yang tepat untuk hidup berbagai dengan orang lain. Aku merasa cukup dengan diri sendiri, atau mungkin aku belum selesai dengan diri sendiri.
Kini ketika satu persatu temanku memutuskan mengakhiri kesendiriannya. Aku bertanya-tanya, orang seperti apakah yang sanggup berbagi hidup denganku. Aku bukan siapa-siapa, bukan seseorang dengan segudang amal mulia, bukan seseorang dengan setumpuk gelar baik, aku bukan siapa-siapa karena aku selalu dengan diriku sendiri.
Aku bertanya-tanya, seperti apakah orang yang mampu menerima apa yang aku miliki meski aku tidak memiliki apapun sebenarnya. Dan ketika aku melihat teman-temanku yang baik satu persatu menemukan tempat berbaginya, aku bahagia sekaligus sedih. Sebab, aku tahu aku bukan siapa siapa dan tidak menjadi siapa-siapa. Aku sibuk dengan diri sendiri yang tak kunjung selesai. Dan mereka bertemu dengan orang yang ternyata itu bukanlah aku, atau seperti aku.
Aku menghabiskan waktu untuk menyendiri dan menyimpan segala pertanyaan itu, sendiri. Tak pernah aku utarakan ke siapapun. Aku kan mencari jawabnya seorang diri. Aku tidak tahu, orang seperti apa yang sedang aku cari, jawaban seperti apa yang aku inginkan. Dan aku pun bertanya-tanya saat diperjalanan bertemu dengan orang yang sedang mencari hal yang sama, memiliki pertanyaan yang sama. Lalu kami mencari bersama-sama.
Pertanyaan-pertanyaan itu tak kunjung kami temukan jawabnya sampai pada satu waktu ada orang yang mengatakan kepada kami, bahwa kami adalah jawaban dari pertanyaan itu. Dan kami saling bersitatap tidak percaya.
"Kamukah, jawabnya?"
Bandung, 18 November 2013
Sumber: http://kurniawangunadi.tumblr.com/post/67367655962/cerpen-tampat-berbagi

Ga tahan buat ga di-share!
Ceritanya terlalu aku banget (kecuali dari bagian di perjalanan menemukan orang yang sedang mencari hal yang sama, haha).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar