Padahal posting yang di blog2 lama udah puluhan gitu, lumayan banyak kalo misalnya dari dulu aku bertahan di satu blog yang sama.
Apakah ini artinya aku tak bisa setia? Hahaha, enggak kok, aku setia dan penyayang. #kode
Ya tadi sih, seringnya gara2 mulai banyak yang jadi follower blog, jadi gak nyaman mau cerita macem2. Jadi aja indah ke alamat blog baru. Terus, lagi punya konsep hidup yang beda, misalnya naik tingkat ke SMA, atau punya orientasi hidup baru, jadi secara gak langsung pengen buka lembaran baru gitu, karna emang aku sulit move on juga hiks. #kodelagi
Sama suka bikin blog buat tema2 tertentu, tapi akhirnya terlantar juga... #kabur
Yaudah, jadilah blog unyu ini. Dengan orientasi hidup yang baru (dan karna tumblrnya lemot banget heu).
Sempet tergampar juga gara2 baca ini:
Dari tumblrnya MasGun di post: http://kurniawangunadi.tumblr.com/post/56825097445/ramadhan-22-jejak-kematianKadang saya menyisakan kesedihan bukan karena kamatiannya, tp apa yang ditinggalkan setelah kematiannya. Media sosial itu alangkah baiknya meninggalkan jejak-jejak yang bisa mengantarkan orang yang membacanya kepada sebuah pelajaran berharga. Sayangnya tidak semua yang saya buka itu memberikanya.Jejak itu berupa foto masa muda bermesraan dengan kekasihnya, atau bagi perempuan ketika buka-tutup kerudungnya sehingga pada jejaknya pun masih menyisakan foto-fotonya dengan pakaian yang lebih terbuka, atau seseorang dengan ucapan-ucapan kasarnya yang terakhir termuat.Mengingat hal itu membuat saya berpikir u/ lebih berhati-hati menggunakan sosial media milik saya sendiri. Menjadi lebih bijaksana menggunakannya dan semoga menjadi ladang amal baik.Entah mengapa saya merasa sedih dengan jejak yang ditinggalkan teman-teman saya tersebut, pada masa mudanya yang gemilang, kematian datang tidak diundangan bahkan dalam keadaan segar-bugar. Tak satupun orang yang bisa lagi log-in karena tidak ada oranglain yang tahu username dan passwordnya.Ya, kematian orang lain mengajarkan saya banyak hal. Semoga jejak yang saya tinggalkan kelak akan menjadi kebaikan yang terus mengalir. Kapanpun kematian itu datang dan saya tidak sempat memberikan akses media-sosial saya kepada orang lain untuk saya titipkan.Kematian itu meminta persiapan.
Semoga menginpirasi kamu juga ya! Ayo menulis dan meninggalkan jejak kebaikan, hehe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar