Ini ceritanya mau ngereview materi kuliah tadi pagi haha, walau cuma 1 jam tapi sangat membuka pikiran banget dan pengen kepo lebih dalam soal cara kerja mata beserta anatominya, weits.
Jadi ceritanya, kalo ditanya gunanya mata itu untuk apa, dan kita jawab untuk melihat, itu salah besar... Karena mata kerjanya cuma menerima cahaya dan memfokuskannya ke retina, eaa...
Jadi, kita bisa melihat gak cuma berkat jasanya kedua bola mata kita yang sehat, tapi juga karena jasa saraf mata, optic chiasma (aku gatau apa bahasa Indonesianya haha) (persilangan 2 saraf mata, nanti aku ceritain lagi huehe), traktus optikus, thalamus (bagian otak yang berada di tengah2, fungsinya untuk tempat lewat serabut2 saraf), sampai akhirnya nyampe ke daerah otak belakang tempat memproses stimulus visual, horeee~~
Ditekankan lagi ya, untuk bisa melihat dengan normal, kita membutuhkan 2 bola mata yang sehat (dua, karena kalo cuma 1 berefek ke lapang pandangan yang ga seluas kalo punya 2 mata), serabut saraf mata yang bagus, juga otak kita yang mampu menerjemahkan stimulus dari mata dengan baik~
Ayo mulai kita perhatikan bola mata kita. Organ ini nih yang lumayan ribet, padahal cuma bola kecil namun karena fungsinya yang sangat penting jadi benar2 dilengkapi dengan peralatan yang hebat! Kita flashback ke zaman SMA, ayooo di mata ada apa aja nih? Ada lensa mata, pupil, cairan mata, kornea, retina, pembuluh darah, serabut saraf, otot mata...
Duh, sebenernya lebih enak ngejelasin kalo ada gambarnya, tapi coba searching gambarnya sendiri aja yah wkwk. Coba bayangin, ada berkas cahaya memasuki mata...lewat pupil kan, dengan diatur lebih besar di tempat yg gelap, lebih kecil di tempat yg lebih terang... Terus melewati lensa mata, dan dibiaskan maya terbalik diperbesar (masih ingat fisika optik? wkwk) ke retina...
Curhat bentar ya, kalo dulu kukira retina cuma satu titik di mata (slama ini gambarnya pasti ke satu titik sih), eh ternyata retina itu aa di sepanjang cekungan di belakan mata...cuma emang harus difokuskan ke satu titik paling peka itu biar gambar banyangannya jelas. Titik itu tepat bersumbu lurus, jadi bola mata kita ke arah lurus ke depan. Kalo misalnya titik terpeka itu rusak, bisa sih fokusnya digeser ke daerah retina lain, cuma bola mata kita juga harus digeser yang biasa kita lihat pada orang2 yang juling. Kan bola matanya ga lurus ke depan kan, itu buat menyesuaikan agar cahaya jatuh di titik selain titik yang normalnya... Di situ peran besar dari otot2 mata untuk penyesuaian arah mata biar bisa melihat dengan baik. Otot mata sendiri ada 3 pasang, jejeng... Sepasang untuk nengok kiri-kanan (medial & lateral rectus), sepasang atas-bawah (superior & inferior rectus), sepasang gerakan memutar (superior & inferior oblique).
Nah, jadi kepo ga, sebenernya retina itu apaan ya? Seperti yang udah sering disebutin, di retina itu ada sel kerucut dan sel batang. Yang kerucut untuk menerima warna, yang batang sensitif kepada cahaya.
Sel kerucut itu ada 3 jenis, peka cahaya merah, cahaya biru, cahaya hijau, pokoknya itu sesuai panjang gelombangnya. Kalo ada salah satu jenisnya ga ada, jadinya bakal buta warna parsial deh. Ga ada yang sensitif warna hijau jadinya ga bisa lihat warna hijau, Kalo buta warna total ya kemungkinan ga punya sel kerucut atau sel kerucutnya rusak semua...
Nah kalo sel batang cuma ada satu tipe. Untuk menyerap cahaya, zat kimia yang ada di dalamnya (rhodopsin) bakal dipecah jadi molekul yang bisa menyerap cahaya. Setelah menyerap cahaya, nanti rhodopsinnya dibentuk kembali yang dibantu sama vitamin A. Nah kalo mata kita kekurangan vitamin A, nanti ngefeknya ke penglihatan pas malem2...mendadak buta gitu tiap malem, wew.
Nah sel batang dan kerucut itu ada di lapisan retina puaaaling bawah...lucunya, kalo ada cahaya yang diarahin ke retina, diterimanya sama sel batang & kerucut duluan, baru impulsnya menjalar ke lapisan lebih atasnya sampe nyambung ke saraf mata...
Lagi2 aku masih males nyari gambar buat penjelasan selanjutnya, hehe maaf. Aku coba jabarin sebisaku nanti coba kepo bentuknya gimana oke2?
Nah saraf mata sendiri ada 2 macem, ada yang jalurnya deket mata yang disebut bagian nasal, ada yang lebih jauh dari hidung yang dinamakan temporal. Kalo mau dijabarin, bagian nasal itu bagian kirinya mata kanan dan bagian kanannya mata kiri. Bagian yang berlawanan sama nasal dinamakan temporal, sip?
Di sini nih uniknya mata. Kita tau kan bentuk mata itu bulat, jadi coba bayangin bagian nasal bola mata kananmu akan menerima cahaya dari arah temporal, dan bagian temporal bola mata kanan akan menerima dari arah nasal.
Bingung?
Jadi, mata kan menerima cahaya yang tegak lurus nih. Kalo misalnya permukaan mata kita datar, bagian nasal terima cahaya depan nasal, temporal terima temporal. Tapi karena bentuk mata kita menyekung gitu, kebayang kan kalo cahaya tegak lurusnya datang dari mana? Hehe.
Coba bayangin lagi ya. Jadi, bagian nasal mata kiri menerima cahaya dari temporal, sementara bagian temporal menerima cahaya dari nasal.
Begitu masuk ke retina, kedua saraf nasal dan temporalnya sejajar nih. Terus semakin dalam bakal terjadi pembelokan saraf. Jadi ya, saraf bagian nasal, baik mata kiri dan kanan, bakal saling menyilang di tengah2 di daerah yang kita sebut optic chiasma tadi~ Sementara saraf temporal bakal lurus aja ke belakang otak, ga pake belok2 kayak nasal gitu hehe.
Jadi biar lebih jelas, ilustrasinya gini. Dari bola mata kiri ada saraf nasal dan temporal. Kan saraf nasal kiri akan menyilang ke daerah kanan, jadi menuju ke belakang otak bersama2 dengan temporal kanan. Sementara temoral kiri akan lanjut lurus ke belakang bersama2 dengan nasal kanan yang udah menyilang hehe.
Ayo coba renungi lagi~~
Nah, setelah penyilangan itu, namanya bukan saraf mata lagi, tapi jadinya traktus mata. Jadi, traktus mata kiri itu inputnya dari saraf temporal mata kiri dan saraf nasal mata kanan, sementara traktus mata kanan menerima input dari saraf temporal mata kanan dan saraf nasal kiri...
*capek nulis, haha*
Nyambung lagi dari saraf dan traktus mata. Karena keunikannya itulah jadi kalo ada kerusakan di daerah perjalanan impuls sampe ke bagian otak yang menerjemahkan penglihatan kita, itu jadinya rada pusing dan terbalik2, ehem.
Contohnya:
Satu, kalo misalnya ada gangguan di saraf mata kanan, mata kita akan melihat apa?
Karena di belakang mata saraf2 tersebut belum ada penyilangan di optic chiasma, jika saraf mata kiri ga ada gangguan, maka mata kiri melihat normal dan mata kanan sepenuhnya buta.
Haduh.
Dua, kalo gangguannya di daerah di dekat optic chiasma sebelah kiri, maka penglihatan kita bagaimana?
Di dekat optic chiasma, berarti nasal kiri sudah berbelok namun nasal kanan belum bergabung dengan temporal kiri. Jadi yang terganggu hanya temporal kiri. Jadi mata kanan kita normal, sementara mata kiri kita buta bagian nasal.
Loh, kok?
Inget lagi ya, bagian temporal melihat cahaya nasal, bagian nasal melihat cahaya temporal, hehe.
Yang terakhir, kalo gangguannya di traktus mata kanan, apa yang kita lihat?
Traktus kanan terdiri dari saraf nasal kiri dan saraf temporal kanan. Jadi mata kiri kita buta daerah temporal, dan mata kanan kita buta daerah nasal. Jadi setengah2 gitu penglihatannya...
Oke, ini penjelasannya panjang bgt, padahal belum ngejelasin binocular vision, uhuk.
Intinya sih, binocular vision itu mekanisme gimana caranya kita punya 2 mata tapi persepsinya, jadi otak menerjemahkannya hanya melihat 1 benda?
Gini deh, coba kita tutup mata kanan, liat pake mata kiri aja. Sama satu lagi, liat pake mata kanan aja. Mata kita kan posisinya beda, harusnya mata kiri ngasih info kalo dia ngelit kursi di serong kanan, sementara mata kanan ngeliat di tegak lurus depan hehe. Kebayang?
Kenapa otak kita bisa bikin kita liat, itu satu benda yang sama loh, jadi ya cuma 1 benda.
Dan ternyata...mata kita canggih saudara sekaliaan... Jadi ada 2 mekanisme pengaturan, bagian sensorik dan bagian motorik. Motorik tentu saja berhubungan sama pergerakan, yang berarti otot mata yang berperan. Otot mata berperan untuk memposisikan mata sedemikian rupa agar kompak satu sama lain untuk mebuat binocular vision. Untuk apa? Untuk menyokong bagian sensorik. Jadi otak bisa menyatukan 2 input berbeda dengan syarat, cahaya yang masuk jatuh di posisi yang sama di retina. Pokoknya pengaturannya biar bisa gitu sama otot mata kan.
Ada syarat yang lain, ketajaman gambar dari dua mata harus sama atau hampir sama. Ini menjelaskan kalo orang yang minus kedua matanya beda jauh, misal mata kiri minus 1, mata kanan minus 8. Jelas kan, yang kiri lumayan jelas, yang kanan buram sekali. Itu ga bisa bikin otak membuat penglihatan binocular, masa burem sebelah sih haha jadi bingung dan pusing gitu.
Kalo mata minus, masih inget kan penyebabnya kenapa? Karena cahaya yang dipantulkan lensa mata jatuh di depan retina... Kalo misalnya kita terbiasa fokus ke tepat yang terlalu deket terus, lama2 mata akan beradaptasi untuk melihat jarak dekat. Begitu melihat fokus yang agak jauh dikit, eh mata ga sanggup karena udah fix di posisi yang biasa menjatuhkan berkas yang pendek~
Pas akhir kuliah, ada yang nanya, kenapa minus mata bisa nambah? Kalo secara umumnya kan soal kebiasaan buruk tadi hehe. Secara spesifik, kalo pada anak2, misal kelas 1 SMP mata udah minus, cenderung makin gede makin nambah minusnya karena masih masa pertumbuhan~ Jadi bola matanya membesar, jadi jarak ke retinanya makin jauh... Kalo pada orang tua, coba diperiksa cairan pada mata soalnya penyakit2 tertentu bisa mengubah indeks bias cairan mata gitu heu.
Oh iya, binocular vision juga membawa keuntungan gitu, karena melihat dengan 2 mata lebih baik daripada hanya satu. Untuk memperluas lapangan pandang kita... Dan uniknya, lapangan pandang horizontal kita jadi luas banget. Masing2 mata kalo melihat horizontal hanya sampai 80 derajat, kalo 2 mata harusnya dijumlah aja kan jadi bisa 160 derajat. Nyatanya, malah bisa melihat hingga 200 derajat! Jadi kita bisa melihat belakang agak sedikit gitu padahal mata kita melihat lurus ke depan. Bandingin aja, kalo cuma 180 derajat kan kita cuma bisa lihat sampai benda sebelah yang tegak lurus kita kan~
Kok bisa gitu? Sekarang, coba bayangin diagram Venn. 2 mata kit kan ada sedikit jarak, dipisahkan sama hidung. Itu yang bikin kita punya jarak pandang tambahan. Coba beneran dempet, ga ada jeda hidung, pasti lapang pandangnya paling mentok 180 derajat. Secara anatomi juga mendukung karena ujung mata kita berada di paling ujung sisi muka, jadi mata kita bisa menangkap cahaya dari serong belakang kan?
Huah, capek. Semoga beranfaat yah~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar