Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Desember 2013

Inspirasi

Hidup ini unik, masing2 orang punya kecenderungan yg berbeda2.

Karna ini blogku, jadi yang aku ceritain soal kecenderunganku sih, yg entah inspiratif atau gak haha.

Inspirasi ya, slama ini aku yg menginspirasi diriku sndiri. (?)
Terbaca aneh? Yup karna aku hanya percaya sama olahan pikiranku sndiri, soalnya kalo orang2 kebanyakan asal mikir atau ikut norma sosial aja.

Dikit banget yg mau mikir, apalagi yg mikir matang2.

Mungkin karena udah bertahun2 terisolasi dalam pikiran sendiri, begitu keluar ke dunia, hmmm ga ngerti apa2?

Lucu ya? Orang yg sibuk sama pikirannya sendiri...mungkin bedanya sama orang gila cuma karna msh punya kesadaran untuk merespon orang haha.

Dan lucunya lagi, hikmah dari Allah. Kenapa lucu? Logikanya, orang2 tukang mikir sering meremehkan orang2 yang terlalu memikirkan perasaan orang lain. Apa itu perasaan, ga logis, lemah banget, dsb dsb.

Tapi, lucunya, aku mendapat banyak banget inspirasi dan hikmah dari pola pikir mereka. Tentu ya ga instan, bertahun2 juga untuk "menyadarkan", dengan bukti nyata tentunya. Bertahun2, dan emang terbukti kalo sikap baik dan mengalah itu yg paling bagus. Pokoknya aku udah mengalaminya, dan ga terbantahkan lagi manfaatnya.

Jadi sekarang, kalo mau ikut tes kepribadian gt bingung. Aku tipenya gini, tapi pengen berubah jadi yg lebih baik.

Trus jadinya dapet inspirasi lagi dari orang2 perasa: seseorang memang  punya kecenderungan, tapi orang itu sendiri yang memutuskan untuk bersikap seperti apa.

Kata2 bijak kayak gitu tuh yang ga pernah kepikiran. Karna dasarnya adalah menjaga perasaan orang lain, untuk orang lain.

Liat aja contoh sikap2 Rasulullah SAW, teladan seluruh alam. Gimana, oke dan mulia banget kan? Hehe.

Jumat, 29 November 2013

Terakhir untuk Hari Ini

Perasaan itu logika
atau logika itu perasaan?


apakah keduanya terpisah?



Sementara di setiap input memori,
pasti nyambung ke amygdala.

Dan setiap merasakan,
ada sambungan ke hipocampus juga.



Apakah egois untuk memisahkan,
2 sistem yang selalu bekerja beriringan,
dalam membentuk persepsi dan kemampuan kita?


Seperti bagian kanan yang tidak bisa kerja sendiri tanpa bagian kiri,

juga saraf simpatik yang tak lengkap tanpa kolaborasi saraf parasimpatik,

bagai ekstrovert yang selalu berkicau, siapa yang mendengar kalo introvert tak tercipta?


Perasaan atau logika, mungkin ada kecenderungan,
tapi kita perlu keduanya,
sementara selama ini keduanya selalu terhubung untuk menyeimbangkan

diri manusia.

Sabtu, 23 November 2013

(azaleav.wordpress.com) Ibu Rumah Tangga Inspiratif




INSPIRATIVE HOUSEWIFE STORY


Tiga anaknya tidak sekolah di sekolah formal layaknya anak-anak pada umumnya. Tapi ketiganya mampu menjadi anak-anak teladan, dua di antaranya sudah kuliah di luar negeri di usia yang masih seangat muda. Saya cuma berdecak gemetar mendengarnya. Bagaimana bisa?
Minggu (21/ 7) lalu, saya mengikuti acara Forum Indonesia Muda (FIM) Ramadhan yang diadakan di UNPAD. Niat awalnya mau nabung ilmu dan inspirasi sebelum pulang kampung, selain juga memang karena pengisi acaranya inspiring. Eh, pembicara yang paling saya tunggu ternyata berhalangan hadir. But, that’s not the point. Semua pembicara yang hadir memang sangat inspiring, tapi saya benar-benar dikejutkan di sesi terakhir. Tentang parenting. Awalnya saya pikir sesi ini mau membicarakan apa gitu. Do you know actually? It talks about a success and inspiring housewife. Saya langsung melek. Lupa lapar. Like my dream becomes closer. Saya mencari seminar yang membahas tentang keiburumahtanggaan. Nggak tahunya nemu di sana. Lihatlah daftar mimpi besar saya nomor 1-4. Rasanya terbahas semua sore itu. (No offense nomor 2, gue juga kagak tahu kalau urusan itu :p ) Baiklah, mukadimah ini akan terlalu panjang kalau saya lanjutkan.
image
Namanya Ibu Septi Peni Wulandani. Kalau kalian search nama ini di google, kalian akan tahu bahwa Ibu ini dikenal sebagai Kartini masa kini. Bukan, dia bukan seorang pejuang emansipasi wanita yang mengejar kesetaraan gender lalala itu. Bukan.
Beliau seorang ibu rumah tangga profesional, penemu model hitung jaritmatika, juga seorang wanita yang amat peduli pada nasib ibu-ibu di Indonesia. Seorang wanita yang ingin mengajak wanita Indonesia kembali ke fitrahnya sebagai wanita seutuhnya. Dalam sesi itu, beliau bercerita kiprahnya sebagai ibu rumah tangga yang mendidik tiga anaknya dengan cara yang bahasa kerennya anti mainstreamIt’s like I’m watching 3 Idiots. But this is not a film. This is a real story from Salatiga, Indonesia.

(kurniawangunadi.tumblr.com) Cerpen: Tempat Berbagi

Cerpen : Tampat Berbagi

Hidup semakin kesini semakin berjalan cepat, dan saat kau tidak bisa berjalan secepat hidup ini atau lebih cepat darinya. Aku akan kalah. Seperti kekalahan-kekalahanku sebelumnya.
Aku tidak pernah menceritakan bagaimana hidupku di masa lalu kepada siapapun, tidak pernah pula mengijinkan orang lain masuk ke dalam hidupku saat ini. Sekalipun ada beberapa orang yang mampu dekat denganku, mereka hanya tahu sebagian kecil saja.
Aku sudah terbiasa sendiri, mengatasi segala masalah sendiri, menyimpan semua hal sendiri. Meski aku tahu, manusia pada umumnya akan memandang sebelah orang-orang yang terus menerus hidup dalam kesendiriannya. Aku belum menemukan alasan yang tepat untuk hidup berbagai dengan orang lain. Aku merasa cukup dengan diri sendiri, atau mungkin aku belum selesai dengan diri sendiri.
Kini ketika satu persatu temanku memutuskan mengakhiri kesendiriannya. Aku bertanya-tanya, orang seperti apakah yang sanggup berbagi hidup denganku. Aku bukan siapa-siapa, bukan seseorang dengan segudang amal mulia, bukan seseorang dengan setumpuk gelar baik, aku bukan siapa-siapa karena aku selalu dengan diriku sendiri.
Aku bertanya-tanya, seperti apakah orang yang mampu menerima apa yang aku miliki meski aku tidak memiliki apapun sebenarnya. Dan ketika aku melihat teman-temanku yang baik satu persatu menemukan tempat berbaginya, aku bahagia sekaligus sedih. Sebab, aku tahu aku bukan siapa siapa dan tidak menjadi siapa-siapa. Aku sibuk dengan diri sendiri yang tak kunjung selesai. Dan mereka bertemu dengan orang yang ternyata itu bukanlah aku, atau seperti aku.
Aku menghabiskan waktu untuk menyendiri dan menyimpan segala pertanyaan itu, sendiri. Tak pernah aku utarakan ke siapapun. Aku kan mencari jawabnya seorang diri. Aku tidak tahu, orang seperti apa yang sedang aku cari, jawaban seperti apa yang aku inginkan. Dan aku pun bertanya-tanya saat diperjalanan bertemu dengan orang yang sedang mencari hal yang sama, memiliki pertanyaan yang sama. Lalu kami mencari bersama-sama.
Pertanyaan-pertanyaan itu tak kunjung kami temukan jawabnya sampai pada satu waktu ada orang yang mengatakan kepada kami, bahwa kami adalah jawaban dari pertanyaan itu. Dan kami saling bersitatap tidak percaya.
"Kamukah, jawabnya?"
Bandung, 18 November 2013
Sumber: http://kurniawangunadi.tumblr.com/post/67367655962/cerpen-tampat-berbagi

Ga tahan buat ga di-share!
Ceritanya terlalu aku banget (kecuali dari bagian di perjalanan menemukan orang yang sedang mencari hal yang sama, haha).

Kenapa Bikin Blog Baru?

Aku gampang bosen, hehe.
Padahal posting yang di blog2 lama udah puluhan gitu, lumayan banyak kalo misalnya dari dulu aku bertahan di satu blog yang sama.

Apakah ini artinya aku tak bisa setia? Hahaha, enggak kok, aku setia dan penyayang. #kode

Ya tadi sih, seringnya gara2 mulai banyak yang jadi follower blog, jadi gak nyaman mau cerita macem2. Jadi aja indah ke alamat blog baru. Terus, lagi punya konsep hidup yang beda, misalnya naik tingkat ke SMA, atau punya orientasi hidup baru, jadi secara gak langsung pengen buka lembaran baru gitu, karna emang aku sulit move on juga hiks. #kodelagi

Sama suka bikin blog buat tema2 tertentu, tapi akhirnya terlantar juga... #kabur

Yaudah, jadilah blog unyu ini. Dengan orientasi hidup yang baru (dan karna tumblrnya lemot banget heu).

Sempet tergampar juga gara2 baca ini:
Kadang saya menyisakan kesedihan bukan karena kamatiannya, tp apa yang ditinggalkan setelah kematiannya. Media sosial itu alangkah baiknya meninggalkan jejak-jejak yang bisa mengantarkan orang yang membacanya kepada sebuah pelajaran berharga. Sayangnya tidak semua yang saya buka itu memberikanya.
Jejak itu berupa foto masa muda bermesraan dengan kekasihnya, atau bagi perempuan ketika buka-tutup kerudungnya sehingga pada jejaknya pun masih menyisakan foto-fotonya dengan pakaian yang lebih terbuka, atau seseorang dengan ucapan-ucapan kasarnya yang terakhir termuat.
Mengingat hal itu membuat saya berpikir u/ lebih berhati-hati menggunakan sosial media milik saya sendiri. Menjadi lebih bijaksana menggunakannya dan semoga menjadi ladang amal baik.
Entah mengapa saya merasa sedih dengan jejak yang ditinggalkan teman-teman saya tersebut, pada masa mudanya yang gemilang, kematian datang tidak diundangan bahkan dalam keadaan segar-bugar. Tak satupun orang yang bisa lagi log-in karena tidak ada oranglain yang tahu username dan passwordnya.
Ya, kematian orang lain mengajarkan saya banyak hal. Semoga jejak yang saya tinggalkan kelak akan menjadi kebaikan yang terus mengalir. Kapanpun kematian itu datang dan saya tidak sempat memberikan akses media-sosial saya kepada orang lain untuk saya titipkan.
Kematian itu meminta persiapan.
Dari tumblrnya MasGun di post: http://kurniawangunadi.tumblr.com/post/56825097445/ramadhan-22-jejak-kematian

Semoga menginpirasi kamu juga ya! Ayo menulis dan meninggalkan jejak kebaikan, hehe.