Ketika sedang mengscreening seseorang,
dan kulihat lagi, dan lagi, dan lagi
Harapan seakan pupus, akan pupus.
Kalo diingat sejak zaman SMP,
memperhatikan, lalu mendapat feedback positif,
lalu hancur di suatu pagi, yang...terhenti.
Kmudian SMA, menanggapi seseorang
yang diperhatikan, lalu lagi2 runtuh.
Run, tuh.
Sekarang, siklus itu berulang.
Manusia mana yang tidak khawatir,
bahwa dirinya tak cukup layak?
Tapi kelak, Allah yang memantaskan.
Hanya Allah yang mempertemukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar