Sabtu, 07 Desember 2013

Sebuah Dialog

Setelah aku curhat ke seseorang, kenapa aku seakan bisa ngerti perasaan2 pasien2 yang kurang waras, katanya mungkin karena sama2 sakit gila. Nyambung ga sih? hahaha

Setelah aku inget2 tadi pagi, temen2 setutor yang lain, ada yang menanggapi cuek, ada yang terlihat simpati, ada yang ikutan becanda2 (soalnya pasiennya ngajak becanda wkwk), tergantung tingkat "kenormalan" pasiennya sih. Tapi yang aku hadapi tadi, walaupun sekali lagi cuma akting, itu level ga warasnya terlalu abstrak. Sampe di siangnya di ruang tutor, beberapa dari mereka ketawa2 nginget2 betapa freaknya akting orang itu.

Ini entah apa yang aku ga bisa becanda ya, aku ga bisa ketawa walau tau itu cuma pasien akting. Saat itu, di otakku beneran ke-set gimana caranya bikin pasien itu seengganya percaya sedikit aja sama saya.

Duh, ini profesional, atau sama2 gila?




Habis gimana sih, kalo kamu ketemu orang gila di depanmu, apa sempet bahagia kalo ngebayangin hal apa yang bikin orang itu sampe ga warasnya separah itu? Tekanan hidup apa yang selama ini membebaninya?

Dan kata dosenku di sela2 latihan, "orang kurang waras itu bukan orang yang ga punya perasaan, mereka justru orang2 yang perasaannya terlalu peka karenanya lebih beresiko terhadap gangguan ini."


Kalo orang lain diberi hal yang sama, mereka bisa cuek, atau mencoba menyelesaikan, mungkin pasien2 psikiatri terlalu sensitif jadi mereka gakuat menghadapinya. Kebanyakan mereka sensitif dan ga coba mencari bantuan (bercerita ke orang lain), bisa saja karena malu atau gengsian, udah terlanjur punya pikiran negatif yang kelamaan menghantui dirinya sendiri (waham, halusinasi), dan saat diceritakan ke orang tentang hal2 aneh itu yaa sudah terlambat. Ketakutannya udah bermanifestasi ke dalam bentuk yang lebih menyeramkan, dan orang2 ga ada yang percaya. Dan dia semakin terjebak dalam masalah pribadinya. Yang sakit bukan alam bawah sadarnya saja (masalah2 yang dipendam dan tidak terselesaikan "dikunci" dalam alam bawah sadar), tapi hingga alam sadarnya juga udah eror. Halusinasi: ada yang bisik2in, ada yang suka ngikutin, hal2 yang diterima panca indera tapi sebenarnya ga ada. Waham: (punya keselahan pemikiran) merasa ada yang ngegosipin, merasa punya kekuatan super (kekuatan mustahil kayak terbang, ngeluarin laser dari mata, dll), ada yang bisa baca pikiran, ah pokoknya pikiran2 yang diyakini nyata tapi toh dia ga bisa buktiin. Kasian banget, terjebak dalam pikirannya biar merasa aman, takut keluar dan menerima kenyataan.

Pengen ih jadi psikiatri. Pengen bisa ngebantu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar